Angkat Potensi Lokal Lewat Transaksi Koin Kayu, Festival Lembutan Bansari 2026 Sukses Sedot Perhatian Hingga Mancanegara.
TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya dan memajukan roda perekonomian warga. Hal ini tercermin dari kemeriahan pembukaan Festival Lembutan Bansari 2026 yang digelar di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, pada Sabtu (8/8/2026).
Acara budaya yang kini telah menginjak tahun ketujuh tersebut dibuka langsung oleh Bupati Temanggung, Agus Setyawan, S.E. Turut hadir memeriahkan acara jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Temanggung, di antaranya Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini, perwakilan Dandim 0706/Temanggung, Kajari Temanggung, serta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.
Camat Bansari, Ika Utami Widjayanti, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan festival tahun ini dikemas dengan konsep yang sangat unik. Pihak penyelenggara secara khusus merangkul pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal guna mendorong perputaran ekonomi warga sekitar.
“Menariknya, sistem transaksi selama acara berlangsung dirancang secara tradisional menggunakan koin kayu. Ini adalah bentuk inovasi untuk mengangkat potensi ekonomi kreatif, sekaligus melestarikan tradisi luhur pengolahan tembakau lembutan yang menjadi ciri khas lereng Gunung Sindoro,” ungkap Ika.
Mengingat festival ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 8 hingga 10 Agustus 2026, Camat Bansari juga secara khusus meminta dukungan dari jajaran Polri, TNI, dan instansi terkait untuk pengamanan. Ia mengimbau seluruh panitia dan masyarakat agar bersinergi menjaga ketertiban, keamanan, serta kelancaran arus lalu lintas selama acara berlangsung.
Konsistensi warga Bansari dalam menggelar festival ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Temanggung. Menurutnya, Festival Lembutan telah berevolusi menjadi ajang unjuk potensi daerah yang istimewa.
“Festival Lembutan ini menjadi acara yang luar biasa. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berhasil mempertahankan budaya pengolahan tembakau lembutan, tetapi juga mempopulerkannya hingga gaungnya mampu menarik kehadiran wisatawan dari mancanegara,” puji Bupati Agus Setyawan.
Lebih lanjut, Bupati berpesan agar masyarakat terus merawat kelestarian festival ini di tahun-tahun mendatang. Selain berdampak positif bagi ekonomi dan pariwisata, kegiatan semacam ini dinilai sangat efektif untuk mempererat tali silaturahmi antar-dusun dan antar-desa, khususnya di wilayah Kecamatan Bansari.
Sementara itu ditempat yang sama Kapolres Temanggung Zamrul Aini mengajak kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan kenyamanan di wilayah Kabupaten Temanggung, apabila mengetahui adanya suatu tindak kejahatan agar melaporkan kepada petugas atau bisa melalui Call Center 110 yang aktif selama 1×24 jam dan gratis.
Setelah sesi seremoni pembukaan resmi ditutup pada pukul 12.00 WIB, para tamu undangan beserta ribuan pengunjung yang memadati lokasi langsung disuguhi oleh berbagai pementasan kesenian tradisional setempat yang semakin menyemarakkan suasana akhir pekan di Desa Gentingsari.
(Humas Polres Temanggung)
