Hendak Berburu Malam, Seorang Warga Tlogomulyo Meninggal Dunia Usai Terjatuh ke Jurang Kedungwatu

Hendak Berburu Malam, Seorang Warga Tlogomulyo Meninggal Dunia Usai Terjatuh ke Jurang Kedungwatu

  12 Agu 2026

TEMANGGUNG – Peristiwa naas menimpa Muchlisin (25), seorang petani warga Desa Sriwungu, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. Korban ditemukan meninggal dunia usai jatuh ke dalam jurang berkedalaman sekitar 50 meter di area Kedungwatu, Kali Gintung, Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, pada Rabu (12/8/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut bermula saat korban bersama rekannya, Mudi Rahayu (27), berangkat untuk berburu hewan nocturnal (luwak) pada Selasa (11/8/2026) malam. Sekitar pukul 24.00 WIB, keduanya tiba di Dusun Tempuran dan melihat sasaran berburu di atas pohon suren.

Saat rekan korban tengah membidik hewan buruan, terdengar suara gemerisik dari arah belakang. Semula, saksi mengira suara tersebut berasal dari hewan yang jatuh. Namun, saat menengok ke belakang, korban yang sebelumnya berdiri hanya berjarak satu meter di belakangnya sudah tidak ada di tempat.

Saksi yang menduga korban terpeleset dan jatuh ke dasar jurang Kali Gintung segera mencari bantuan ke warga setempat. Bersama warga dan perangkat desa, lokasi kejadian disisir hingga korban ditemukan di dasar jurang dalam kondisi meninggal dunia akibat benturan keras pada bagian kepala dan tubuh.

Mendapat laporan kejadian tersebut, jajaran Polsek Temanggung, Tim Inafis Polres Temanggung, Pamapta Polres Temanggung, bersama BPBD Kabupaten Temanggung dan perangkat desa langsung menuju TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta evakuasi korban menuju RSUD Temanggung.

Kapolsek Temanggung, AKP Sigit Dwi Setyawan, membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil identifikasi tim medis dan olah TKP, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dan murni merupakan kecelakaan akibat terpeleset di medan yang terjal.

“Dari pemeriksaan medis dan olah TKP, korban meninggal dunia akibat luka berat usai jatuh dari ketinggian jurang sekitar 50 meter dan membentur bebatuan. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah, menolak dilakukan autopsi, dan jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar AKP Sigit.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas pada malam hari, khususnya di area atau medan yang curam dan rawan bahaya.

(Humas Polres Temanggung)