
TEMANGGUNG — Pesta Demokrasi tingkat desa di Kabupaten Temanggung telah usai digelar. Sebanyak 14 desa dari 14 kecamatan telah merampungkan pemungutan dan penghitungan suara Pilkades Serentak 2026. Kapolres Temanggung AKBP Didik Sulaiman, S.I.K., M.H., memantau langsung jalannya pencoblosan di Desa Ketitang dan Desa Kedu, serta mengendalikan jajaran di wilayah lain melalui saluran HT guna memastikan Zero Accident.
“Secara keseluruhan tingkat partisipasi pemilih sangat tinggi, berkisar antara 70 hingga 90 persen. Di 13 desa, situasi pascapenghitungan suara terpantau sangat kondusif tanpa gejolak. Masyarakat dan para kandidat mampu menunjukkan kedewasaan berdemokrasi,” urai AKBP Didik Sulaiman.
Terkait adanya dinamika dan gesekan antarpendukung di Desa Lowungu, Kecamatan Bejen—di mana pihak yang kalah belum dapat menerima hasil hitung suara—Kapolres menegaskan bahwa aparat kepolisian telah disiagakan untuk melokalisasi situasi agar tidak meluas. Pihaknya mengimbau kepada calon yang berkeberatan agar menempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku dan mengingat kembali komitmen Pakta Integritas serta Deklarasi Damai yang telah ditandatangani bersama pascapenarikan nomor urut.
“Kami ingatkan kembali kepada seluruh pihak untuk mematuhi Deklarasi Damai. Jangan mengorbankan paseduluran dan kerukunan warga hanya karena tensi politik sesaat. Polri bersama TNI akan terus bersiaga memastikan Temanggung tetap aman,” tegasnya.
(Humas Polres Temanggung)