Duka di Batursari, Polsek Parakan Beri Kepastian Hukum dan Tenangkan Keluarga Korban
TEMANGGUNG – Suasana duka menyelimuti Desa Batursari, Kecamatan Kledung pada Senin (7/9/2026) pagi. Seorang pemuda berusia 24 tahun berinisial ADP ditemukan meninggal dunia di dalam area kandang ternak milik keluarganya. Merespons laporan warga, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Parakan dan Polsubsektor Kledung bersama Tim Inafis Polres Temanggung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memberikan pendampingan kepada keluarga.
Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh ayah korban, berinisial S (49). Niat hati ingin memberikan pakan ternak kambingnya, S (49) justru mendapati putranya telah tak bernyawa. Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga segera melapor kepada Kepala Desa Batursari, yang kemudian meneruskannya ke Polsek Parakan.
Kapolsek Parakan, Iptu Ibnu Anwar, didampingi Kapolsubsektor Kledung Iptu Tumijo S.H., memimpin langsung proses evakuasi dan olah TKP. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan tertutup guna menjaga perasaan keluarga yang tengah terguncang.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari Tim Inafis Polres Temanggung dan tim medis Puskesmas Kledung, kami memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Terdapat jejak jerat di leher dan tanda-tanda medis lainnya yang menguatkan bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri, diperkirakan lebih dari tiga jam sebelum ditemukan,” jelas Iptu Ibnu Anwar.
Penanganan yang cepat, profesional, dan mengedepankan empati dari kepolisian ini sangat membantu memulihkan kondisi psikologis keluarga. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Kepala Desa Batursari, mewakili pihak keluarga dan warga, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran Polri di tengah situasi duka tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas respons luar biasa cepat dari bapak-bapak Polsek Parakan, Inafis, dan tim medis. Kehadiran polisi tidak hanya untuk memeriksa, tapi pendekatan beliau-beliau sangat memanusiakan dan menenangkan keluarga yang sedang syok berat. Penjelasan medis yang transparan juga membuat warga tidak menduga-duga yang lain. Jenazah bisa segera kami urus untuk dimakamkan dengan layak,” ungkap Kepala Desa Batursari.
Kepolisian Resor Temanggung turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, serta mengimbau masyarakat untuk saling menjaga kepedulian antarsesama warga di lingkungan masing-masing.
(Humas Polres Temanggung)
